2.2. Operasi Logik 8 Bit
Mikroprosessor beroperasi dengan data yang terd
iri dari beberapa kombinasi antara
sinyal 0 ( Low ) atau sinyal 1 ( High ).
Contoh
Data 8 Bit
1 0 0 1 1 1 0 1
2
2
0
7
Dengan bentuk data seperti di
atas mikroprosessor dapat melakukan operasi logik
secara paralel.
2.2.1. Fungsi AND
Pada gambar 2.1 di bawah adalah fungsi A
ND yang dinyatakan dalam 4 pernyataan
yang sering dipakai dalam Elektronika.
Simbol
X
A
B
Persamaan Fungsi
A
B
X
atau
ABX
∧
=
=
.
Tabel Kebenaran
B A X
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1
Sinyal Fungsi Waktu
0
1
A
t
0
1
B
t
0
1
X
t
Gambar 2.1 Fungsi AND
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
23
Operasi AND adalah relasi antara paling sedikit 2 variabel masukan dan sebuah
variabel keluaran. Pada keluaran akan berl
ogika 1 jika semua masukannya secara
serentak juga berlogika 1. Relasi dar
i dua data A dan B untuk masing masing bit
dinyatakan dalam aturan yang te
rtuang dalam tabel kebenaran.
Contoh
Selesaikan menurut Fungsi AND 2 buah data 8 bit A = 1 0 1 0 0 1 0 1 dan
B = 1 0 0 1 1 1 0 1
Data A = 1 0 1 0 0 1 0 1
Data B = 1 0 0 1 1 1 0 1
Hasil A^B
= 1 0 0 0 0 1 0 1
2.2.2. Fungsi OR
Simbol
X
A
B
1
Persamaan Fungsi
A
B
X
atau
ABX
∨
=
+=
Tabel Kebenaran
B A X
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1
Sinyal Fungsi Waktu
0
1
A
t
0
1
B
t
0
1
X
t
Gambar 2.2 Fungsi OR
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
24
Gambar 2.2 adalah fungsi OR
yang dinyatakan dalam 4
pernyataan. Operasi OR
adalah relasi antara paling sedikit 2 vari
able masukan dan sebuah keluaran. Pada
keluaran akan selalu berlogika 1 jika
salah satu inputnya berlogika 1
Contoh
Selesaikan menurut Fungsi OR 2 buah data 8 bit A = 1 0 1 0 0 1 0 1 dan
B = 1 0 0 1 1 1 0 0
Data A = 1 0 1 0 0 1 0 1
Data B = 1 0 0 1 1 1 0 0
Hasil A v B
= 1 0 1 1 1 1 0 1
2.2.3. Fungsi NOT ( Negation )
Pada gambar 2.3 di bawah adalah
fungsi NOT yang dinyatakan dalam 2 pernyataan.
Fungsi NOT mempunyai satu masukan dan
satu keluaran. Pada keluaran akan
berlogika 1 jika inputnya berlogika 0 atau sebaliknya.
Simbol
X
A
1
Persamaan Fungsi
AX
=
Tabel Kebenaran
A X
0 1
0 0
Sinyal Fungsi Waktu
0
1
A
t
0
1
X
t
Gambar 2.3 Fungsi NOT
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
25
Pada persamaan fungsi
A
=
X
( baca A bar sama dengan X ), tanda bar diatas
A menyatakan operasi negasi.
Contoh
Data A = 0 1 0 1 1 0 1 0
Hasil A
= 1 0 1 0 0 1 0 1
2.2.4. Fungsi NAND
Pada gambar 2.4 di bawah adalah fungsi NAND
yang dinyatakan dalam 4 pernyataan
Fungsi NAND adalah negasi dari AND ( NAND =
N
OT
AND
). Semua permasalahan
dapat di bawa ke analisa fungsi NAND sehi
ngga terkenal dengan Teori NAND. Dalam
praktik rangkaian yang dibangun melalui ana
lisa NAND lebih praktis kerena semua
komponennya hanya menggunakan gerbang NAND ( IC NAND ).
Simbol
X
A
B
Persamaan Fungsi
XBA
atau
XBA
=
=∧
.
Tabel Kebenaran
B A X
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Sinyal Fungsi Waktu
0
1
A
t
0
1
B
t
0
1
X
t
Gambar 2.4 Fungsi NAND
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
26
Demikian juga untuk fungsi NOR adal
ah negasi dari fungsi OR ( NOR =
N
OT
OR
).
2.2.5. Fungsi EXCLUSIV OR ( EX-OR )
Pada gambar 2.5 di bawah adalah fungs
i EX-OR yang dinyatakan dalam 4
pernyataan. Operasi EX-OR
adalah relasi antara 2 variabel masukan dan sebuah
variabel keluaran. Pada keluaran akan berl
ogika 1 hanya jika antara kedua masukan
mempunyai logika yang berbeda ( berlaw
anan ). Dari keadaan yang demikian maka
fungsi EX-OR juga disebut fungsi NON
– EQUIVALENCE atau Antivalenz
Simbol
X
A
B
=1
Persamaan Fungsi
A
v B = X
atau
A B = X
⊕
Tabel Kebenaran
B A X
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Sinyal Fungsi Waktu
0
1
A
t
0
1
B
t
0
1
X
t
Gambar 2.5 Fungsi EX-OR
Contoh
Selesaikan menurut Fungsi EX-OR 2 buah data 8 bit A =
1 0 1 0 0 1 0
1 dan
B = 1 0 0 1 1 1 0 1
Data A = 1 0 1 0 0 1 0 1
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
27
Data B = 1 0 0 1 1 1 0 1
Hasil A v B
= 0 0 1 1 1 0 0 0
2.2.6. Fungsi EQUIVALENCE
Pada gambar 2.6 di bawah adalah fungsi EQ
UIVALENCE yang dinyatakan dalam 4
pernyataan. Sesuai dengan namanya maka
operasi EQUIVALENCE adalah relasi
antara 2 variabel masukan dan sebuah vari
abel keluaran. Pada keluaran akan
berlogika 1 hanya jika antara kedua masukan mempunyai logika yang sama.
Simbol
X
A
B
=1
Persamaan Fungsi
A B = X
⊕
Tabel Kebenaran
B A X
0 0 1
0 1 0
1 0 0
1 1 1
Sinyal Fungsi Waktu
0
1
A
t
0
1
B
t
0
1
X
t
Gambar 2.6 Fungsi EQUIVALENCE
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
28
Contoh
Selesaikan menurut Fungsi EQUIVALENCE 2 buah data 8 bit
A = 1 0 1 0 0 1 0 1 dan B = 1 0 0 1 1 1 0 0
Data A = 1 0 1 0 0 1 0 1
Data B = 1 0 0 1 1 1 0 0
Hasil A v B
= 1 1 0 0 0 1 1 0
2.3. Penggunaan Operasi Logik
Di dalam teknik kontrol sering menggunak
an operasi logik untuk menyelesaikan
hubungan antara sinyal-sinyal masukan
dengan sinyal-sinyal keluaran yang
diharapkan
Contoh
Sebuah rangkaian mempunyai 3 masukan yait
u A, B dan C serta
1 lampu S tanda
pada keluaran. Lampu S pada kel
uaran akan menyala ( logika 1 ) hanya jika minimal
2 diantara 3 masukan mengalami gangguan ( logika
1 ). Realisasikanlah rangkaian
yang dimaksud.
Ketentuan :
Masukan A, B, C 0 Sinyal Operasi normal
1 Sinyal Terganggu
Sinyal Lampu 0 Sinyal Lampu Mati, Operasi normal
1 Sinyal Lampu Menyala, Terganggu
Tabel Kebenaran
C B A S
0 0 0 0
0 0 1 0
0 1 0 0
0 1 1 1
1 0 0 0
1 0 1 1
1 1 0 1
1 1 1 1
Gambar Rangkaian
A B C
Z1
Z2
Z3
1)
2)
3)
S
Teknik Mikroprosessor
Relasi Logik
29
RSS Feed
Twitter
21.30
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar